Idul
Adha ke-19 saya di tahun ini bisa dibilang cukup berbeda, bukan ritual,
lingkungan, atau nuansanya tapi kelengkapannya. Ya kelengkapan, tahun
ini bahkan hingga tahun-tahun kedepan kelengkapan itu tak akan pernah
menjadi lengkap seutuhnya. Karena satu hari lalu nenek saya
menghembuskan nafas terakhirnya akibat usia yang tak lagi bisa
dikompromikan. Tahun berikutnya setelah ini semua rutinitas mungkin akan
berubah, tak ada yang menyambut kami lagi ketika tiba di kampung
halaman, tidak ada yang bisa kami ajak latihan berbicara bahasa jawa
lagi, mungkin rutinitas pulang kampung sendiri nantinya bukan menjadi
sebuah prioritas lagi. Yak semua berubah, satu hal yang tak berubah
adalah sebuah perubahan itu sendiri.
Sebuah
lagu "Tak ada yang abadi - Peterpan" mungkin bisa menggambarkan
perubahan itu semua. "Lahir - anak kecil - remaja - dewasa - tua - tutup
usia" sebuah siklus yang telah, sedang, akan dialami oleh setiap
manusia di dunia ini. Roda kehidupan akan terus berputar tanpa henti,
dengan alasan apapun, tinggal bagaimana kita mempersiapkan itu semua.
Kesadaran
diri harus datang seiring berjalannya waktu, kita akan semakin tumbuh
dewasa dan akan mengambil peran yang dahulu dilakukan oleh orang tua
kita. Mempersiapkan diri berarti juga mempersiapkan metal kita untuk
memikul semua tanggung jawab itu. Tak lagi mengandalkan orang membantu
hidup kita, namun nantinya kita yang akan menjadi andalan generasi
setalah kita. Siklus kehidupan ini akan terus berputar tanpa batas,
semakin lama kita akan menua kemudian akan meninggalkan dunia ini, hanya
yang siap dan yang menyadarinya yang dapat menghadapi perubahan ini.
Selamat tinggal nek, semoga engkau tenang di alam sana di sisi Allah
swt. amiinnn.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar