Setelah
keluar dari wahana dunia lain kami berjalan ke kawasan lost city dan
menaiki wahana skypirates zapelin yaitu sebuah gondola berbentuk pesawat
zapelin bajak laut yang muat untuk 8 orang, wahana ini mengelilingi
kawasan Trans studio dari ketinggian sehingga kita bisa menikmati
pemandangan Trans studi sekaligus bisa melihat wahana yang lainnya.
Sekeluarnya kami dari wahana skypirates zapelin, saya dan cesar langsung
menuju ke wahana kong climb yaitu wahana dimana kita akan melakukan
olahraga panjat tebing, kita akan memanjat tebing buatan setinggi kurang
lebih 8 meter dan diharuskan memegang sebuah lampu warna merah di ujung
atas tebing tersebut. Tak perlu khawatir karena kita akan dipakaikan
alat pengaman terlebih dahulu sebelum memanjat tebing buatan tersebut,
walau saya lebih gendut dari cesar tapi saya berhasil memanjat sampai
ke ujung tebing tersebut dan memegang lampu berwarna merah tersebut, si
cesar hanya mampu memanjat tebing itu sampai setengahnya saja (mungkin
faktor usia ha ha ha...), oh iya teman saya yang lainnya tidak ikut
memanjat hanya melihat kami dari kejauhan.
Sesi
memanjat selesai, kami pun menuju wahana berikutnya yaitu dragon
riders, kata cesar (lagi-lagi dia) wahana ini pasti untuk anak kecil,
memang jika kita lihat dari jauh wahana ini hanya bergerak memutar
sambil naik turun seperti jungkat-jungkit. Ternyata salah, walaupun
terlihat hanya seperti jungkat-jungkit kenyataannya ketika kami naik
wahana tersebut andrenalin kami bertambah karena gerakan naik turunnya
itu sangat kencang dan membuat kami berteriak antara kegirangan
bercampur takut, alhasil muka saya dan nuzul sangat absurd bentuknya
saat difoto oleh crew Trans Studio. Selesai dari wahana dragon riders
kami langsung lanjut masuk ke wahana negeri raksasa, kalo wahana yang
satu ini hampir sama dengan hysteria yang ada di dufan tapi ini lebih
pendek dan lebih banyak naik turunnya , ya sekitar 7-8 kali kita akan
dibawa naik dan turun serta tentu saja teriakan-teriakan kami yang tak
terbendung lagi, apalagi dian dan cesar yang sudah gugup sedari awal
kita mengantri tadi.
Kami
beristirahat sebentar untuk memulihkan semangat kami dalam berkeliling
dan mencoba semua wahana yang ada, tentunya yang diperuntukan bagi
seusia kami. Karena terdapat beberapa wahana yang hanya bisa dimasuki
oleh anak-anak yaitu pulau liliput dan captain blackheart pirate ship.
Kami pun melanjutkan dengan memasuki wahana transcar racing yaitu sebuah
wahana mobil balap yang akan melintasi sirkuit yang ada, tapi yang
mengasikan dari wahana ini ialah kita bisa menggas dan mengerem mobil
tersebut serta dapat memutar setir juga roda mobil tersebut seperti
mobil betulan, tentu saja mobil tetap melaju dijalurnya.Tulisan ini baru 2/3 dari pengalaman saya saat berkunjung ke Trans Studio Bandung, jangan lupa untuk membaca artikel saya Journey to Trans Studio (part 3) sekaligus bagian akhir dari kunjungan saya kesana. Jangan sampai ketinggalan ceritanya dan jangan lupa untuk memfollow blog ini. Terima Kasih :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar