Hellooo
para pembaca..hari ini saya terdorong untuk menulis tentang cita-cita.
Alasannya? Karena, saya yakin setiap manusia itu punya cita-cita. Dan,
rasanya hal ini para pembaca juga sudah mengetahuinya, bukan? Namun, di
cita-cita di sini bukan sekedar tentang ‘mau jadi saat kita besar nanti’
tapi juga tentang ‘hal yang ingin kita dapatkan hari ini’. Ya, bagi
saya itulah cita-cita.
Baiklah, mungkin langsung saja ya kita bahas topik ini.
Cita-cita? Apa sih sebenarnya cita-cita itu? Kalau dari dua hari yang
lalu Anda rasanya ngidaaam banget sama bakso, namun karena pekerjaan
yang benar-benar padat alhasil impian makan bakso telur dengan mie
kuning pun luluh lantah. Tapi, ternyataaa karena hasil pekerjaan Anda
selama beberapa hari ini memuaskan untuk atasan Anda, alhasil atasan
Anda itu berbaik hati untuk mentraktir Anda makan pizza! Nahloh, terus
baksonya? Baksonya tetap dikabulkan Tuhan kan? Sekarang coba deh kita
pikirkan lagi, bakso dan pizza sama-sama makanan yang enak. Namun,
masing-masing punya tingkat kelezatan tersendiri. Nah, karena pekerjaan
Anda di mata atasan Anda ternyata dianggap memuaskan maka Tuhan
memberikan pizza sebagai ganti bakso yang beberapa hari lalu Anda
idam-idamkan. Di sini, apakah cita-cita Anda untuk makan bakso tidak
terkabul? Terkabul, jawabannya! Seperti yang tadi saya katakana, Tuhan
memberikan pizza sebagai ganti bakso untuk Anda atas hasil kerja keras
Anda lewat traktiran atasan Anda.
Lalu, jika Anda masih belum puas dengan satu contoh
cita-cita di atas, saya akan berikan lagi kisah lainnya. Ketika
teman-teman Anda terlihat bahagia atas hasil pengumuman masuk
universitas dan jurusan yang diinginkan mereka ternyata tercapai, kala
itu Anda hanya terbengong-bengong dengan pengumuman di layar computer
Anda “ Selamat Anda diterima di Jurusan Hukum” TOENG..TOEENG!! padahal
dengan mengikuti paket IPC yang Anda harapkan adalah masuk Jurusan
Pendidikan Dokter. Lalu…apakah ini artinya berakhir cita-cita Anda?
Tidak, jawabannya! Karena, sebenarnya Anda sendiri belum melihat seperti
apa cita-cita itu kan? Apa Anda sudah tahu kalau masuk jurusan Hukum
Anda pasti jadi pengacara? Atau jadi notaris? Pasti? Tidak kan? Kalau
Anda tidak kerja keras lagi, toh sama saja masuk Hukum atau Kedokteran
tidak akan membuahkan cita-cita yang sebenarnya.
Nah, contoh lebih konkretnya lagi ya..misalnya, Anda sudah
punya kekasih yang telah jalan selama 9 tahun! Ya ampun lama banget ya
hehe..kan misalnya. Nah, ternyata eh ternyata saat Anda duduk di
pelaminan, ternyata pasangan hidup Anda ternyata bukan kekasih Anda yang
selama 9 tahun itu. Siapa pasangan hidup Anda? Ternyata dia adalah
orang yang Anda pernah lewati sepintas saat menunggu bis di halte. Nah
nah nah…apa artinya cita-cita Anda untuk menikah dengan kekasih hati
tidak tercapai? Tercapai kan? Kalau Anda tidak cinta dengan kekasih hati
yang duduk di samping Anda di pelaminan itu, terus itu siapa dong?
Bukan kekasih hati?
Lalu, misalnya Anda ingin sekali punya mobil. Ngeliat mobil
teman sejawat rasanya pengeeen banget bisa ngerasain jok mobil kulit
yang empuk dan terhindar dari hujan serta panas bahkan debu kota
Jakarta. Beberapa hari kemudian, ternyata Anda menerima kiriman motor
dari orangtua Anda yang ada di kota lain. Tanpa babibu dan harus
mengeluarkan kocek besar sampai kredit motor di dealer, ternyata dalam
waktu sekejap sudah ada motor mulus di depan rumah kontrakan Anda. Apa
artinya cita-cita Anda punya mobil tidak tercapai?Iya? Tetap tercapai.
Motor dan mobil sama-sama kendaraan yang bisa mengantar Anda pergi dan
pulang dari suatu tempat tanpa harus mencicipi bangku angkot yang 6-4
itu kan?Tapi, tingkat kenyaman dari kendaraan itu tergantung Anda
sendiri. Namun, tetap saja kan Tuhan memberikan Anda kendaraan untuk
hari ini?
Dari beberapa kisah di atas tadi ternyata memberitahukan
kepada kita bahwa cita-cita itu tidak hanya sekedar Anda sekolah tinggi
jadi dokter, jadi guru, jadi pilot, dan sebagainya. Namun, setiap
keinginan Anda hari kemarin dan ternyata diberikan Tuhan hari ini adalah
CITA-CITA ANDA. Cita-cita selalu diberikan Tuhan sesuai dengan
keinginan Anda. Tidak pernah Tuhan melupakan cita-cita yang Anda
inginkan selama Anda bekerja keras mendapatkan cita-cita Anda. Namun,
Tuhan punya pesan yang indah bila cita-cita Anda sudah dikabulkan.
Apakah Anda bersyukur atas karunia-Nya hari ini? Atau Anda malah
menggerutu atas karunia-Nya hari ini? Itu saja.
Cita-cita yang diberikan Tuhan hari ini sama dengan apa yang Anda inginkan selama Anda bekerja keras kemarin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar